RAIHANPAHIMI

publish your book for free?AFF=9142

Tuesday, 12 May 2026

HIDUP YANG TAK BERKAH

Hidup yang tak berkah ditandai dengan rezeki yang cepat habis tanpa manfaat, hati tidak tenang, dan jauh dari ketaatan meskipun harta berlimpah. Punca utamanya adalah perolehan harta haram (riba, rasuah), melupakan zakat/sedekah, serta kurangnya rasa syukur. Ini TANDA HIDUP TAK BERKAT. Berikut adalah tanda-tanda dan ciri hidup yang tidak berkat: Rezeki Cepat Lenyap & Tak Mencukupi: Harta banyak tetapi tidak pernah merasa cukup, cepat habis untuk perkara sia-sia, atau habis disebabkan musibah/sakit. Hati Gelisah & Kurang Bersyukur: Hidup terasa sempit, hati sering cemas, dan tidak pernah merasa puas dengan apa yang ada. Jauh dari Ketaatan: Rezeki yang ada membuatkan seseorang semakin lalai, malas beribadah, dan berat untuk bersedekah. Hubungan Keluarga Tidak Harmoni: Rumah tangga sering konflik, anak-anak susah dididik, dan kurangnya rasa kasih sayang. Punca Rezeki Tidak Halal: Mendapat harta melalui jalan tidak diredhai seperti mencuri, menipu, atau riba. Cara Mendapat Kehidupan Berkat: Bertaubat & Bersyukur: Memohon ampun atas dosa dan sentiasa bersyukur dengan apa yang ada. Mencari Rezeki Halal: Memastikan setiap suap makanan dan harta datang dari sumber yang halal. Meningkatkan Ibadah: Melazimkan diri dengan zikir dan membaca al-Quran.Fahami juga 3 Ciri Harta yang Tidak Berkah untuk lebih berwaspada. Jika rezeki terasa kurang berkat, ikuti 5 punca rezeki tidak berkah untuk dibetulkan. Dapatkan Tip mendapat kehidupan yang berkat untuk amalan harian. Amalan untuk mencapai hidup berkah dan tenang meliputi penjagaan solat awal waktu, memperbanyak zikir, sedekah, membaca Al-Quran, istighfar, serta berdoa memohon keberkatan. Keikhlasan, syukur, dan menjaga hubungan baik dengan Allah serta sesama manusia adalah kunci utama ketenangan hati dan rezeki yang melimpah. Berikut adalah amalan harian untuk hidup lebih berkah dan tenang: Solat Awal Waktu & Berjamaah: Solat awal waktu mendisiplinkan diri dan mempermudah urusan, serta merupakan ibadah paling utama. Zikir & Istighfar: Membasahi lidah dengan zikir (Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar) dan istighfar menenangkan hati serta membuka pintu rezeki. Membaca Al-Quran: Membaca Al-Quran setiap hari membawa kebahagiaan dan keberkatan dalam rumah tangga. Sedekah: Sedekah tidak mengurangi harta, bahkan menambah keberkatan dan rezeki. Puasa Sunnah (Isnin-Khamis): Amalan ini menjaga kesihatan dan meningkatkan ketakwaan [0.5.1, Amalan supaya hidup penuh berkah].Doa & Zikir Pagi Petang: Mengamalkan doa harian, termasuk zikir Al Mathurat, untuk perlindungan dan ketenangan.Menjaga Hubungan Baik (Silaturahim): Berbuat baik kepada orang tua dan sesama.Solat Tahajud: Mendirikan solat malam membuat wajah bercahaya dan hati tenang.Mengamalkan doa, seperti "Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik" (Ya Allah, tolonglah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik), membantu mendapatkan keberkatan [0.5.3, Amalan Doa Sehari-hari].

Monday, 11 May 2026

POLITIK ISLAM

Tujuan hidup dalam Islam adalah untuk mengabdi, beribadah, dan mencapai keredhaan Allah SWT, bukan sekadar mengejar kenikmatan duniawi. Manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi untuk melaksanakan perintah-Nya, menjadikan dunia sebagai jalan menuju akhirat yang kekal. Berikut adalah poin-poin utama tujuan hidup dalam Islam: Beribadah Kepada Allah: Fokus utama adalah menyembah dan mengabdi kepada Allah SWT semata-mata, sesuai firman-Nya dalam QS. Az-Zariyat: 56. Mencapai Keredhaan Allah: Menjadikan setiap perbuatan, baik ibadah khusus maupun umum, untuk mendapatkan rida Allah. Menjalankan Amanah Khalifah: Manusia berperan sebagai pengelola bumi yang bertakwa, memakmurkan bumi dengan nilai-nilai Islam. . Ujian Kehidupan: Dunia adalah tempat ujian untuk membedakan siapa yang terbaik amalnya. Bekal Akhirat: Menjadikan kehidupan dunia sebagai sarana untuk mengumpulkan amal saleh sebagai bekal kehidupan abadi di akhirat.Secara ringkas, seorang Muslim meletakkan dunia di tangan, bukan di hati, dengan menjadikan keredhaan Allah sebagai matlamat tertinggi. Berpolitik dalam Islam ialah amanah dan ibadah untuk menegakkan keadilan serta kebenaran, bukan sekadar mengejar kuasa. Ia adalah sebahagian daripada ajaran Islam yang tidak terpisahkan, bertujuan melaksanakan perintah Allah dan menjaga kebajikan ummah berdasarkan nilai syariah. Politik Islam menekankan prinsip amanah, keadilan, dan akhlak yang mulia.Konsep Utama Politik dalam Islam Tujuan Ibadah & Jihad: Politik ialah wasilah (perantara) untuk melaksanakan hukum Allah, mempertahankan agama, dan menguruskan dunia agar seiring dengan tuntutan akhirat. Siyasah Syar'iyyah: Pengurusan hal ehwal negara yang berlandaskan wahyu dan prinsip syariah. Ia fokus kepada keadilan, kebebasan, dan kebajikan rakyat. Adab Berpolitik: Islam menggariskan adab seperti kejujuran, tidak fitnah, menghormati perbezaan pandangan, dan mengelakkan perpecahan. Amanah dan Tanggungjawab: Kuasa adalah amanah yang akan dipersoalkan di akhirat, bukan keistimewaan untuk kepentingan diri atau kelompok. Prinsip-Prinsip PentingKeadilan Sosial: Memastikan hak setiap individu terbela tanpa mengira kaum atau agama. Syura (Perundingan): Membuat keputusan penting melalui perbincangan dan pandangan ahli ilmu (ulama/pakar). Amar Maaruf Nahi Mungkar: Berpolitik untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Peranan Umat IslamKewajipan Terlibat: Menguasai medan politik agar kuasa tidak jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggungjawab. Etika Islam: Mengamalkan nilai-nilai akhlak seperti yang digariskan dalam agama. Kepentingan Umum: Mendahulukan kepentingan rakyat dan negara di atas kepentingan peribadi atau parti. Berpolitik dalam Islam adalah satu tuntutan, namun ia wajib dihiasi dengan adab dan matlamat yang suci, seperti yang diulas oleh tokoh-tokoh agama. Islam dan politik dianggap tidak dapat dipisahkan karena keduanya saling berkaitan dalam mengatur kemaslahatan umat, di mana agama berfungsi sebagai pemandu nilai dan politik sebagai alat pelaksana syariat. Pendekatan ini menegaskan bahwa sekularisme—pemisahan agama dari urusan negara—tidak dapat diterima, karena politik yang lepas dari nilai agama dapat menyebabkan kekacauan. Poin Utama Keterkaitan Islam dan Politik: Wahyu sebagai Pemandu: Agama dan politik tidak boleh dipisahkan karena keterbatasan akal manusia membutuhkan wahyu sebagai panduan dalam mengatur kehidupan. Praktik Nabi Muhammad SAW: Sejak hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad SAW menjalankan praktik politik yang bertujuan untuk kemaslahatan umat, bukan untuk kepentingan peribadi. Pelaksanaan Syariat: Politik diperlukan untuk menegakkan cara hidup Islam, mengurus dunia, dan melaksanakan perintah Allah. Etika Politik: Islam mengatur etika politik yang berfokus pada amanah, kejujuran, dan keadilan dalam pemerintahan. Ia akan dihisab di Mahsyar kelak. Menghindari Sekularisme: Pandangan umum dalam Islam menolak sekularisme karena pemisahan nilai agama dari urusan dunia akan bertentangan dengan ajaran Islam. Perspektif Utama: Beberapa pihak menekankan bahwa keterpisahan agama dan politik menjadikan Islam tampak "cacat". Namun, terdapat juga pandangan yang mengakui adanya perdebatan mengenai bentuk hubungan antara keduanya, mulai dari yang tak terpisahkan, keterkaitan erat, hingga pandangan yang memungkinkan pemisahan.

Sunday, 10 May 2026

STRESS MANAGEMENT

Effective stress management involves a combination of physical activity, relaxation techniques, and lifestyle adjustments to lower cortisol levels and improve well-being. Key strategies include regular exercise, mindfulness, deep breathing, a balanced diet, adequate sleep, setting boundaries, and connecting with supportive friends or family. Physical Stress Relievers Exercise: Engage in at least 20 minutes of moderate activity three times a week, such as walking, jogging, cycling, or yoga. Deep Breathing: Perform slow, deep breaths to activate the parasympathetic nervous system and lower heart rates. Physical Relaxation: Utilize methods like massage, warm baths, or muscle relaxation techniques to release physical tension. Mental and Emotional Techniques Mindfulness and Meditation: Practice mindfulness or meditation to calm the mind and reduce ruminating thoughts. Journaling: Keep a journal to express and process negative emotions. Humor: Watch a comedy or share a laugh to reduce stress hormones like cortisol.Cognitive Restructuring: Identify negative thoughts and consciously replace them with positive or constructive ones. Lifestyle and Behavioral ChangesHealthy Diet: Maintain a balanced diet rich in fruits, vegetables, and whole grains. Sleep Hygiene: Maintain a consistent sleep schedule, create a soothing environment, and avoid screens for 30–60 minutes before bed. Time Management: Prioritize tasks, set a daily schedule, and break large tasks into smaller, manageable steps. Set Boundaries: Learn to say "no" to excessive or non-essential commitments. Limit Media Consumption: Reduce time spent on news and social media if it causes distress. Social and Preventive MeasuresConnect with Others: Spend time with family, friends, or trusted individuals to share concerns. Get Outdoors: Spend time in nature to naturally lower stress levels. Seek Support: Contact a mental health professional if stress becomes overwhelming or interferes with daily life. For immediate tools to help cope with daily stressors, the World Health Organization offers free, guided self-help resources. Islamic scholars and practitioners of Islamic psychology manage stress through a holistic approach blending spiritual reliance with practical, proactive actions. Key methods include strengthening faith through dzhikr (remembrance), consistent solah (prayer), tawakkal (trust in Allah), and reading the Quran to gain inner peace. Key Stress Management Strategies Tawakkal (Reliance on God): Cultivating trust in Allah's wisdom reduces anxiety about the future and acceptance of outcomes. Dzhikr (Remembrance) and Prayer: Regular prayer and remembrance of Allah are considered effective tools to calm the mind, manage emotions, and provide spiritual strength. Quranic Reflection: Engaging with the Quran, specifically listening to or reading it, is used to gain comfort and reduce anxiety. Sabar (Patience) and Gratitude: Viewing trials as opportunities to draw closer to God helps build resilience. Self-Care and Lifestyle: Islam emphasizes maintaining physical health through proper diet and rest to support mental well-being. Seeking Support: Reaching out to trustworthy friends, mentors, or professionals is encouraged to manage overwhelming thoughts. Specific Coping MechanismsDuas for Distress: Reciting specific prayers, such as Allahumma inni a'oodhu bika min al-hammi wal-hazan (O Allah, I seek refuge in You from anxiety and grief). Solitude (Khalwah): Finding time for solitude to reconnect with Allah and find peace.Purification of the Heart: Focusing on sincerity and repentance to remove anxieties associated with wrongdoing.For detailed, actionable steps on how to implement these strategies, ILM Clinic outlines 10 strategies. For a comprehensive overview of how Islamic principles can be applied to manage stress, the Quantum Journal of Social Sciences and Humanities provides a detailed content analysis. To explore an academic perspective, a Research Gate article analyzes recent literature on stress management from an Islamic perspective. Credits; # AIoverview #fb

A BEDRIDDEN PATIENTS CARES

A bedridden patient is confined to bed for 15+ days, spending over 90% of their time there due to illness or injury. They require extensive daily care for hygiene, nutrition, and mobility to prevent severe complications like bedsores, muscle weakness, and pneumonia. Specialized care includes routine turning, hygiene, and mental stimulation. Key Aspects of Care Preventing Complications: Regularly reposition the patient (every 2 hours) to avoid pressure ulcers.Hygiene & Skin Care: Maintain immaculate cleanliness; keep skin dry and clean to prevent infections. Physical Activity: Perform passive exercises to keep joints flexible and reduce muscle mass loss, which can decrease by up to 15% after just one week. Nutrition & Digestion: Ensure a balanced, protein-rich diet to prevent nutrient deficiencies and constipation. Emotional Support: Engage in regular conversation, offer encouragement, and prevent feelings of isolation or depression. Common Complications Bedsores: Skin breakdown due to constant pressure. Muscle Weakness & Joint Stiffness: Rapid loss of strength (sarcopenia) and decreased mobility. Respiratory Issues: Increased risk of pneumonia. Deep Vein Thrombosis (DVT): Blood clots due to lack of movement. Depression: Psychological issues related to dependency and isolation.When to Seek Immediate Medical Help Sudden change in consciousness or responsiveness.Unexplained fever or signs of infection (e.g., cloudy urine, productive cough).New or rapidly worsening bedsores. Support for CaregiversRespite Care: Short-term care to allow the primary caregiver to rest.Training: Learn proper lifting and turning techniques to prevent injury to the patient and themselves. Support Services: Access local health authorities or welfare programs that offer aids like specialized beds and professional nurse visits. Key Caregiver Responsibilities Physical Care: Daily hygiene, changing diapers, feeding, and repositioning to prevent bedsores. Health Monitoring: Administering medication, managing, or learning to manage, devices such as suction machines. Mental & Emotional Support: Offering companionship and encouragement to improve the patient's mood and combat isolation. Safety & Environment: Maintaining a clean environment and using equipment like hospital beds for comfort. Finding Caregivers and Support Homage Malaysia: Offers flexible part-time and full-time, 24-hour nursing or caregiver services. Private Agencies: Many private agencies, such as iElder, offer specialized caregivers for seniors. Government Assistance: The Malaysian Ministry of Health (MOH) provides domiciliary care for stable, bedridden patients, and Assistance for Bedridden OKU/Chronically Ill Patients (BPT) offers financial support for carers of bedridden patients. Caregiver Training: Specialized Caregiver Programmes exist to equip carers with essential skills.Challenges and Considerations Physical Demand: Caregiving is physically intensive and requires proper techniques, as highlighted in The Caregiver Guide, to avoid caregiver injury. Emotional Burden: Caregivers may face high stress, making it essential to have support systems in place, according to a study on caregiver burden. Professional Help: Consider using part-time caregivers for respite when needed.For specialized medical care, nursing services are available to assist with complex tasks. ( My wife is a stroke patient for 26 yrs. And been CKD patient for 8 years. My experienced as caregivers for 26 years). Credits: #AIoverview #fyppppp

Friday, 8 May 2026

DAUN SIRIH DAN KEGUNAANNYA

Daun sirih sering digunakan sebagai petua tradisional untuk merawat kayap kerana sifat antiseptik dan antiradang yang membantu mengeringkan luka, mengurangkan kegatalan, serta menghapuskan kuman. Ia biasanya dilenyek atau ditumbuk sebelum disapu pada kawasan terinfeksi, atau dicampur dengan bahan lain seperti bedak sejuk. Cara Penggunaan Tradisional Daun Sirih untuk Kayap: Tumbuk & Sapu: Lenyek atau tumbuk beberapa helai daun sirih (terutamanya sirih cina) sehingga lumat, kemudian sapukan pada bahagian kayap atau kudis berair. Campuran Bedak Sejuk: Campurkan daun sirih yang telah ditumbuk dengan sedikit bedak sejuk untuk kesan penyejukan yang lebih baik. Rebusan: Rebus daun sirih dan gunakan airnya untuk mencuci kawasan kayap. Langkah Berjaga-jaga: Kajian Lanjutan: Kaedah tradisional ini masih memerlukan kajian lanjut bagi memastikan keberkesanan dan keselamatannya. Risiko Jangkitan: Penggunaan bahan asing yang tidak steril pada luka terbuka, terutamanya campuran kunyahan mulut, berisiko menyebabkan jangkitan darah atau jangkitan sekunder yang serius. Rawatan Moden: Adalah disyorkan untuk mendapatkan rawatan perubatan moden (krim antiviral/antibiotik) di farmasi atau klinik. Menurut petua orang lama, penggunaan daun sirih dipercayai dapat membantu mengeringkan kayap dalam masa 2 hari. Namun, pastikan daun sirih dicuci bersih sebelum digunakan. Daun sirih (Piper betle) kaya akan antiseptik, antiinflasi, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Manfaat utamanya meliputi mengatasi keputihan, menghilangkan bau mulut dan badan, mengobati batuk/sariawan, menyembuhkan luka kulit, hingga menurunkan gula darah dan kolesterol. Daun ini efektif digunakan sebagai obat herbal luar maupun dalam. Berikut adalah rincian manfaat daun sirih bagi kesehatan: Kesehatan Mulut & Gigi: Mengunyah atau berkumur dengan air rebusan daun sirih dapat membunuh bakteria, mengurangi bau mulut, mencegah gusi bengkak, dan meredakan sariawan. Kesehatan Organ Kewanitaan: Air rebusan daun sirih sering digunakan untuk mengurangi keputihan dan gatal pada area kewanitaan, namun tidak disarankan penggunaan jangka panjang. Mengobati Luka: Kandungan saponin dan tanin dalam daun sirih dapat mempercepat penyembuhan luka, termasuk luka bakar ringan atau gatal-gatal pada kulit. Mengatasi Bau Badan: Sifat antiseptik daun sirih membantu melawan bakteria penyebab bau badan. Ini dapat digunakan sebagai bahan mandi atau produk deodoran. Mengatasi Batuk & Sesak Napas: Daun sirih memiliki efek ekspektoran yang membantu melegakan tenggorokan dan batuk. Menurunkan Kadar Gula & Kolesterol: Kandungan antioksidan tinggi pada sirih merah membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes type 2 dan menurunkan kolesterol. Kesehatan Pencernaan: Dapat meningkatkan produksi lendir usus dan menetralkan pH lambung, sehingga membantu melindungi lambung. Cara Penggunaan Umum: Air Rebusan: Rebus 3-5 lembar daun sirih dengan dua gelas air hingga mendidih dan tersisa satu gelas. Pemakaian Luar: Daun sirih dapat ditumbuk untuk dioleskan pada luka atau gatal, atau air rebusannya digunakan untuk mencuci/membilas. Peringatan: Penggunaan daun sirih, terutama untuk area kewanitaan, tidak disarankan terlalu sering atau jangka panjang karena dapat mengganggu keseimbangan pH alami. Kredit: #AIoverview

Wednesday, 6 May 2026

ISLAM AND SCIENCE

Islam has a historically complementary relationship with science, viewing the study of nature as a means to understand the Creator. During the Islamic Golden Age (8th–15th centuries), Muslim scholars pioneered advancements in mathematics, astronomy, and medicine. Modern perspectives often harmonize scientific discoveries with Quranic verses, emphasizing rationality and revelation. Historical Significance (Islamic Golden Age)Key Contributions: Muslim scholars developed algebra, algorithms, and advanced optics, with many terms retaining Arabic roots. Philosophy: Early scientists, such as Ibn Sina, held that natural laws are consistent, and nature serves as a sign pointing to the Divine.Legacy: From the 12th to the 17th century, European scholars frequently referenced Islamic scientific texts. Key Concepts in Islam and ScienceHarmonization: Many Muslims view science and religion as compatible, aiming to integrate moral/ethical values (Ilmu/Amal) with physical scientific pursuit. .Nature as 'Ayat' (Signs): The Quran urges observation of the universe, considering phenomena such as the solar system and biological processes as signs of God.Cosmology & Science: Some Muslims interpret specific Quranic verses as aligning with modern findings, such as the Big Bang theory, expansion of the universe, and embryology. Modern Perspective Distinction from Scientism: Islam welcomes empirical science but rejects "scientism," which is the ideology that science is the only source of truth.Ethical Constraints: There is a strong emphasis on maintaining a value-based, ethical approach to scientific advancement to avoid the misuse of technology. Current Research: Organizations like Islam & Science explore the interface between modern science (cosmology, evolution, environment) and Islamic thought. Core Themes in Islamic Thought Harmony of Rationality and Revelation: Historically, science thrived when seen as a complement to faith.Role of Nature: Natural laws (gravity, physics) are seen as part of the created order, with "miracles" being exceptions allowed by the Creator.Islam & Science Muslim Proverb. The “Islam & Science” project consists of a number of workshops for advanced students and young researchers on topics relating to the dialogue b...Islam & Science The Quran is considered by many Muslims to be compatible with modern science, containing verses that describe natural phenomena—such as embryology, astronomy, and the expansion of the universe—which align with modern discoveries. While it is a book of signs and guidance rather than a science textbook, its references to cosmology and biology are often viewed as evidence of divine knowledge, fostering a belief that faith and scientific inquiry can work together. Key Scientific Topics in the Quran: The Big Bang/Cosmic Origin: The Quran describes the heavens and earth as having been "one piece" before they were separated, often interpreted as a reference to the Big Bang. Expansion of the Universe: Some interpretations of Quranic verses suggest the universe is expanding, aligning with modern cosmological theories. Astronomy & Solar Orbit: The Quran mentions the sun and moon floating in their own orbits, aligning with the discovery that the sun is moving within the Milky Way. Human Embryology: The Quran describes stages of human development, including the "clot" or "something that clings" (Surah Al-'Alaq), which matches detailed anatomical descriptions. Life from Water: The Quran mentions that all living things are made from water. Perspective and Context Encouragement of Knowledge: The Quran explicitly encourages the study of nature, reflection, and the pursuit of knowledge as a form of worship.Limitations & Interpretation: Critics and some scholars warn that aligning the Quran with rapidly changing scientific theories can lead to confirmation bias, arguing that its primary purpose is spiritual and moral, not scientific instruction. Historical Significance: Historically, the Quranic emphasis on study led to significant scientific achievements in the Islamic world. Credits: #AI di overview #fyppppp

Tuesday, 5 May 2026

ACCEPTANCE AND CONTENTMENT

Acceptance and contentment are deeply intertwined pillars of mental well-being. Acceptance is the active process of acknowledging reality without resistance, while contentment is the resulting inner peace. Together, they allow you to find satisfaction in the present moment while still pursuing personal growth. The Relationship Between the TwoAcceptance is the Foundation: To be content, you first must accept "what is." Resisting reality (wishing things were different or dwelling on past mistakes) creates mental friction. When you stop fighting what you cannot control, you free up energy to find peace. Contentment is the Result: Once you accept your circumstances, yourself, and your imperfections, a state of quiet satisfaction can emerge. Contentment is appreciating that where you are right now is enough. Why They Matter Freedom from Comparison: Constant striving and comparing yourself to others often breeds discontent. Acceptance grounds you in your own reality, helping you realize that self-worth is not tied to external achievements. Resilience: Acceptance does not mean giving up or settling. By accepting difficult circumstances without judgment, you can navigate hardships with a clear head rather than reacting with panic or frustration. Space for Growth: Paradoxically, you can only effectively change or improve a situation once you have fully accepted its current state.How to Cultivate Them Practice Mindfulness: Focus on the present moment rather than projecting into the future or reliving the past. Observe your thoughts without judging them. Cultivate Gratitude: Consciously recognize and appreciate the simple, everyday things in your life. Gratitude shifts your focus from what you lack to what you have. Embrace "Good Enough": Recognize that flaws are a natural part of life. Embracing your imperfections and the imperfections of others removes the heavy burden of perfectionism. Distinguish Wants from Needs: Contentment becomes easier when you understand the difference between fleeting material desires and essential needs for happiness. Acceptance …. Is a key to contentment and happiness. Acceptance of what is, acceptance of the things we can’t change, of how we are, of how others are, of our pasts etc., It’s good to sometimes strive for change and action on issues that we feel strongly about, but there are times too when working on acceptance will bring peace, joy and equilibrium. Sometimes we just have to be, not try to change, worry, fret, stress or become anxious, angry or sad. Acceptance of how things are right now will calm the doing mind and body and ground yourself. Acceptance of self, acceptance of others, acceptance of what is and what we can’t change. #therapist #coach #acceptance #selfacceptance #acceptance