Sebuah blog tentang kehidupan, inspirasi dan pengalaman. Menjurus keredaan Allah swt. (Experience of living, inspiration,to get pleasant of Allah )
Thursday, 25 June 2026
KEUTAMAAN 10 MUHARRAM
Ini Keutamaan 10 Muharram: Amalan Asyura, Hikmah, yang Jarang Diketahui Umat Muslim
ilustrasi (AI)
Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang paling dimuliakan dalam Islam. Sebagai bagian dari empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur'an, Muharram memiliki berbagai keutamaan yang mendorong umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan menjauhi perbuatan maksiat.
Di antara hari-hari istimewa pada bulan ini, tanggal 10 Muharram atau yang dikenal sebagai Hari Asyura memiliki kedudukan yang sangat mulia. Meski banyak umat Islam mengenal puasa Asyura sebagai amalan sunnah, tidak sedikit yang belum memahami berbagai keutamaan dan hikmah besar di balik hari tersebut.
Memahami keutamaan 10 Muharram dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kualiti ibadah sekaligus memperkuat keimanan kepada Allah SWT.
Apa Itu Hari Asyura?
Hari Asyura adalah sebutan untuk tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah. Kata "Asyura" berasal dari bahasa Arab yang berarti "sepuluh", merujuk pada hari kesepuluh bulan Muharram.
Sejarah mencatat bahwa ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari tersebut sebagai ungkapan syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun.
Rasulullah SAW kemudian bersabda bahwa umat Islam lebih berhak mengikuti ajaran Nabi Musa AS, sehingga beliau menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa Asyura.
Puasa ini menjadi salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.
Keutamaan 10 Muharram yang Perlu Diketahui
1. Puasa Asyura Menghapus Dosa-Dosa Kecil Setahun Sebelumnya.
Salah satu keutamaan 10 Muharram yang paling dikenal adalah pahala puasa Asyura. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa pada hari tersebut diharapkan menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu.
Keutamaan ini menunjukkan besarnya rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya yang berusaha mendekatkan diri melalui ibadah. Namun demikian, para ulama menjelaskan bahwa keutamaan tersebut berlaku untuk dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh atau taubat nasuha.
2. Momentum Mengenang Pertolongan Allah kepada Nabi Musa AS
Tanggal 10 Muharram juga menjadi pengingat atas peristiwa besar ketika Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS beserta kaumnya dari kejaran Fir'aun.
Dengan izin Allah SWT, laut terbelah sehingga Nabi Musa AS dan Bani Israil dapat menyeberang dengan selamat, sementara Fir'aun beserta pasukannya ditenggelamkan. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa pertolongan Allah selalu hadir bagi orang-orang yang beriman dan bersabar menghadapi ujian.
3. Waktu yang Tepat Memperbanyak Amal Soleh.
Kerana Muharram termasuk bulan yang dimuliakan, setiap amal kebaikan yang dilakukan pada bulan ini memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT.
Pada hari Asyura, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai amalan, seperti:
Puasa sunnah
Membaca Al-Qur'an
Berdzikir
Memperbanyak doa
Bersedekah
Menjalin silaturahmi
Membantu sesama Islam.
Amalan-amalan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus mempererat hubungan dengan Allah SWT.
4. Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW
Melaksanakan puasa Asyura merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW. Dengan mengikuti sunnah beliau, seorang muslim tidak hanya memperoleh pahala puasa, tetapi juga pahala karena menghidupkan ajaran Nabi.
Inilah salah satu keutamaan 10 Muharram yang sering terlupakan, yakni kesempatan untuk mengamalkan sunnah yang memiliki nilai ibadah tinggi.
5. Menumbuhkan Rasa Syukur kepada Allah SWT
Hari Asyura mengajarkan pentingnya bersyukur atas nikmat dan pertolongan Allah SWT. Nabi Musa AS berpuasa sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan yang diberikan kepadanya beserta kaumnya.
Bagi umat Islam, rasa syukur tidak cukup diucapkan dengan lisan, tetapi juga diwujudkan melalui ketaatan, ibadah, dan amal soleh dalam kehidupan sehari-hari.
Amalan yang Dianjurkan pada 10 Muharram
Puasa Asyura
Puasa Asyura menjadi amalan utama pada tanggal 10 Muharram. Bahkan, banyak ulama menganjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram agar berbeda dengan kebiasaan kaum Yahudi.
Sebagian ulama juga membolehkan puasa pada tanggal 10 dan 11 Muharram.
Memperbanyak Dzikir dan Doa
Selain berpuasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir dan doa. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memohon ampunan, keberkahan, kesehatan, serta petunjuk dari Allah SWT.
Bersedekah kepada Sesama manusia.
Sedekah merupakan amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Pada hari Asyura, memperbanyak sedekah menjadi salah satu bentuk syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan-Nya sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama manusia
Muhasabah Diri
Muharram sebagai awal tahun Hijriah menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri. Umat Islam dapat menjadikan 10 Muharram sebagai momentum memperbaiki kekurangan, mengevaluasi amal ibadah, serta menyusun target spiritual yang lebih baik.
Hikmah Besar di Balik Keutamaan 10 Muharram
Keutamaan 10 Muharram tidak hanya berkaitan dengan pahala ibadah, tetapi juga mengandung pelajaran berharga bagi kehidupan seorang muslim.
Beberapa hikmah yang dapat dipetik antara lain:
Menguatkan keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu dekat bagi orang-orang yang beriman.
Menumbuhkan kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Mempererat hubungan dengan Allah SWT melalui puasa, doa, dan ibadah lainnya.
Menumbuhkan kepedulian sosial melalui sedekah dan berbagai bentuk kebaikan kepada sesama.
Hal yang Perlu Dihindari Saat 10 Muharram
Dalam mengamalkan ibadah pada hari Asyura, umat Islam hendaknya tetap berpegang pada Al-Qur'an dan sunnah yang sahih. Hindari berbagai amalan atau keyakinan yang tidak memiliki dasar syariat.
Beberapa hal yang perlu dihindari antara lain:
Meyakini hari Asyura memiliki kekuatan khusus tanpa dalil yang sahih.
Melakukan ritual yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah SAW.
Berlebihan dalam merayakan atau memperingati hari Asyura.
Menyebarkan hadis-hadis lemah atau palsu mengenai keutamaan Muharram.
Keutamaan 10 Muharram menjadi salah satu anugerah yang Allah SWT berikan kepada umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan.
Hari Asyura bukan hanya identik dengan puasa sunnah, tetapi juga menjadi pengingat atas besarnya pertolongan Allah kepada para nabi dan hamba-hamba-Nya yang beriman.
Melalui momentum ini, umat Islam diajak memperbanyak amal saleh, memperkuat rasa syukur, meningkatkan kepedulian kepada sesama, serta meneladani kesabaran para nabi dalam menghadapi berbagai ujian.
Semoga kita semua termasuk hamba yang mampu memanfaatkan keutamaan 10 Muharram untuk meraih ampunan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT.***
Wednesday, 24 June 2026
THE DAY OF ASHURA
The Day of Ashura is the 10th day of Muharram, the first month of the Islamic lunar calendar.
Its observance varies: it is a day of voluntary fasting and gratitude in Sunni Islam, and a solemn, major day of mourning for Shia Muslims who commemorate the martyrdom of Imam Husayn.
Fasting and Observance (Sunni Islam)Spiritual Significance:
It marks the day Allah saved Prophet Musa (Moses) and the Israelites from the Pharaoh by parting the Red Sea, and the day Prophet Nuh’s (Noah) Ark came to rest.
Sunnah of Fasting:
Prophet Muhammad (PBUH) fasted on this day and recommended that his followers do so as an act of gratitude. It is believed to atone for the sins of the previous year.
How to Fast:
It is recommended to fast either the 9th and 10th of Muharram, or the 10th and 11th, to differentiate the practice from the Jewish observance of Yom Kippur.
Day of Remembrance (Shia Islam)Battle of Karbala:
Ashura marks the anniversary of the tragic martyrdom of Imam Husayn ibn Ali (the grandson of the Prophet Muhammad) at the Battle of Karbala in 680 CE.
Mourning and Processions:
The first ten days of Muharram are observed as a period of intense grief. On Ashura, millions of Shia Muslims participate in mourning processions, recite poetry, and gather at mosques to honor Husayn’s stand against injustice.
Would you like to know the exact Gregorian dates for the upcoming Day of Ashura in your local area, or do you need the specific du'as and prayers recommended for this sacred month?
In Malaysia, the Day of Ashura (10 Muharram) is widely observed by the Sunni Muslim majority through acts of worship and a unique cultural tradition, rather than as a public holiday.
The most notable tradition is the community-wide preparation and distribution of a thick, sweet porridge known as Bubur Asyura.
Key Observances in MalaysiaCulinary Tradition (Bubur Asyura):
Cooking Bubur Asyura is a major communal activity. Neighborhoods, mosques, and families gather in large groups to stir massive cauldrons of this porridge, which is made with ingredients like rice, coconut milk, spices, and mixed beans.
Once ready, it is packed and distributed to neighbors, family, and the less fortunate.
Sunni Observance: Many Malaysian Muslims observe this day by performing sunat (voluntary) fasting. Fasting is also recommended on the preceding day (Tasua, 9 Muharram) to distinguish the practice.
It is also a time for giving to charity and increasing acts of worship
Credits:
AIoverview.
Monday, 22 June 2026
BERIMAN KEPADA ALLAH
{ يَٰقَوۡمَنَآ أَجِيبُواْ دَاعِيَ ٱللَّهِ وَءَامِنُواْ بِهِۦ يَغۡفِرۡ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمۡ وَيُجِرۡكُم مِّنۡ عَذَابٍ أَلِيمٖ }
[Surah Al-Aḥqāf: 31]
Abdullah Muhammad Basmeih:
"Wahai kaum kami! Sahutlah (seruan) Rasul (Nabi Muhammad) yang mengajak ke jalan Allah, serta berimanlah kamu kepadanya, supaya Allah mengampunkan sebahagian dari dosa-dosa kamu, dan menyelamatkan kamu dari azab seksa yang tidak terperi sakitnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)